Hidυp Penggαli Kυbυr Ini Berυbαh 100% Setelαh Pengsαn Di Liαng Lαhαd

Kewajiban dan kelebihan menuntut ilmu di kalangan masyarakat muslim pasti sudah tahu.Syeikh Hisyam Al-Burhani dalam satu majlisnya tentang kelebihan menuntut ilmu, beliau mengisahkan bahwa dulu adalah seorang penggali ku bur di perku buran Dahdah, salah satu kub uran yang terkenal di Damaskus. Kerana di situ dimakkamkan para waIi Allah, para ulama, dan syuhhada.

Suatu hari seorang wanita datang menemui penggali ku bur, ia meminta untuk membuat galian. Setelah galian selesai dibuat, kemudian jena zahnya pun tiba serta tidak diiringi oleh orang ramai, hanya beberapa Ielaki sahaja. Kemudian jena zah diturunkan ke tanah serta diturunkan ke liang la had.

Si penggali kubur ada di dalamnya untuk menerima jena zah. Aneh ketika si penggali kub ur hendak meletakkan jena zah dalam liang lah ad, tiba-tiba kubur terbuka dan berubah menjadi taman dari surga. Lalu penggali ku bur peng san kerana melihatnya.

Dalam peng sannya dia melihat dua orang berkuda datang mengambil jen azah tersebut dan membawanya pergi. Orang di sekelilingnya tidak melihat apa-apa, hanya dia sendiri yang menyaksikan hal menak jubkan tersebut. Kemudian orang yang melihat si penggali ku bur pen gsan, mereka pun memercikkan air kepadanya dan mengangkatnya dari ku bur.

Wanita ibu si jenazah bertanya: “Apa yang terjadi padamu?”.

Si penggali ku bur menjawab: “Demi Allah, aku melihat kea nehan”,

Diaa pun menceritakan apa yang dilihat tadi. Lalu wanita tadi berkata:

“Barangkali itu hanya halusinasimu saja”, kemudian rombongan pengantar jenazah pun beranjak pulang.

Beberapa bulan kemudian, si wanita tadi datang kembali, dengan hal yang sama meminta agar si penggali ku bur membuat galian lagi. Kemudian kub ur pun digali, jena zah tiba dan dimasukkan ke daIam ku bur. Sekali si penggali menemukan hal menak jubkan, ia melihat ku bur menjadi taman surga. Ia melihat dua orang malaikat datang dan membawa pergi jena zah itu.

Kali ini penggali ku bur tidak peng san, dia segera keluar dari kub ur dan menjumpai wanita tadi seraya bertanya:

“Kamu siapa, wahai wanita? Dari mana asalmu?”.

“Wahai lelaki, aku adalah orang ditimpa musibah, ma yat ini adalah anakku. Sebelumnya aku juga punya anak lain, tetapi dia pun sudah meninggaI beberapa bulan yang lalu”, wanita itu menjelaskan.

“Owh, jadi kamu ibu dari dua anak laki-laki tersebut?” tanya lelaki penggali kub ur.

“Iya, kenapa?” tanya wanita.

“Demi Allah aku melihat kean ehan. Je nazah yang pertama ketika ku masukkan ke dalam ku bur, aku melihat kubu rannya menjadi taman surga, kemudian malaikat datang membawanya pergi, begitu juga jenaz ah anakmu yang kedua. Apa amalan dua anakmu tersebut, Hingga Allah SWT memberikannya kemuliaan yang agung”, jelas lelaki penggali ku bur.

Wanita tadi pun menjawab:

“Anak yang pertama, dia adalah penuntut ilmu. Sedangkan anak kedua ialah tukang kayu dan membiayai semua biaya menuntut ilmu saudaranya.”

Begitulah Allah membalas keduanya, baik penuntut ilmu maupun orang yang membiyainya. Allah perlakukan keduanya dengan balasan yang sangat indah.

Setelah melihat hal ini dan mendengar jawaban ini, si penggali ku bur pun memutuskan meninggaIkan kuburan dan menuju Masjid Jami’ at-Taubah. Lalu dia berjumpa dengan pimpinan Majlis di masjid tersebut, di mana Syeikhnya kala itu adalah Syeikh Said al-Burhani.

Si penggali ku bur berkata kepada Syeikh:

“Aku ingin belajar ilmu di sini.”

Syeikh membalasnya:

“Baik, sekarang umurmu hampir 50 tahun, kenapa baru sekarang kamu mau menuntut ilmu? Apa yang terjadi padamu?”.

Dia menjawab:

“Aku menemui hal menakjubkan ini.” Dia menceritakan pengalaman ane hnya ketika menggali kub ur 2 jena zah terakhir.

Syeikh pun bersetuju belajar dengan katanya, “Mulailah Belajar!”. Si penggali ku bur mulai belajar dari kitab-kita dasar, seperti Kitab al-Ajurumiyah. Ia menghafal beberapa baris teks kitab dan seterusnya.

Si penggali ku bur itu pun mulai sibuk dengan ilmu hingga ia menjadi salah satu ulama besar. Dialah As-Syeikh Abdurrahman al-Haffaar, salah satu ulama besar Damaskus.

Semua keluarganya pun menjadi penuntut ilmu hingga yang terakhir Syeikh Abdurrazaq al-Haffaar, juga menjadi seorang ulama besar Kota Damaskus, Suriah.

Syeikh Hisyam Al-Burhani mengakhiri kisahnya, dan menjelaskan bahwa kisah ini menjadi salah satu kabar gembira kepada para penuntut ilmu bahwa penuntut ilmu diperlakukan seperti itu oleh Allah SWT dan diberikan kemuliaan yang Agung. Namun, hal itu semua Allah SWT anugerahkan apabila menuntut dengan ikhlas dengan niat yang benar, bukan karena tujuan memperoleh ijazah.

Bukan pula mencari ilmu agar disebut “alim” orang lain serta mempunyai gaji di dunia. Hal tersebut semuanya merupakan tujuan duniawi semata. Kera tujuan utama dari menuntut ilmu ialah menghilangkan kejahilan pada diri sendiri serta untuk menuruti perintah dan menggapai redha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keseIamatan di akhirat. (Syeikh Hisyam Al-Burhani)

Sumber: alfailmu

PERHATIAN: Pihak admin tidak akan bertanggungjawab langsung ke atas komen-komen yang diberikan oleh pembaca kami. Sila pastikan anda berfikir panjang terlebih dahulu sebelum menulis komen anda disini. Pihak admin juga tidak mampu untuk memantausemua komen yang ditulis disini. Segala komen adalah hak dan tanggungjawab anda sendiri.

Dah Baca, Jangan Lupa Like, Komen Dan Share Ya. Terima Kasih

Leave a Comment

error: Content is protected !!